About Me

Foto Saya
avan hatebreed
Lihat profil lengkapku

Minggu, 25 Desember 2011

YAMAKASI or PARKOUR Jumpaliatan kang !!!

Yamakasi adalah tujuh. Tujuh pemuda biasa yang luar biasa. Dengan memiliki keunikan tersendiri mereka menjalankan disiplin diri dengan cara melakukan satu hal , gerak cepat di udara sebut saja the art of motion. Mereka mampu melayang di udara, menaiki gedung layaknya Spiderman tanpa menggunakan alat bantu panjat sekalipun. Aneh? Tidak juga. Karena anda memang harus melihat kemampuan mereka yang luar biasa. Mencintai olah raga dengan caranya tersendiri. Sisi positif mereka selalu berhasil menyelamatkan orang - orang yang terancam bahaya. Tapi polisi membenci mereka.

Yamakasi memiliki kekuatan luar biasa. Dari film itulah, anak muda terinspirasi oleh parkour, olahraga lari gaya bebas, dengan variasi melompat, melenting, berayun, dan berguling. Aksi ini makin digemari anak muda di sini. Kini, beberapa kota di Indonesia telah memiliki kelompok parkour. Mereka giat berlatih, berbagi pengalaman, menambah anggota, dan menyebarkan pemahaman parkour yang benar.

dari film Yamakasi (2001), film garapan sutradara Prancis, Luc Besson, yang baru beredar di Indonesia pada 2003. Yamakasi adalah nama sebuah kelompok beranggotakan tujuh pemuda miskin keturunan pendatang di Paris. Mereka ahli berakrobat memanjat gedung-gedung tinggi, melesat melewati tangga, koridor, dan lorong sempit serta menyusup di antara pipa-pipa besi—di dunia nyata, mereka sudah berlatih parkour sejak berumur 15 tahun. Tujuh anak muda itu punya ritual memanjat Bleuets, gedung bertingkat 24 di kawasan timur Paris, dengan mata tertutup menjelang subuh. Tujuannya, mereka menatap matahari fajar di atap gedung.

Yamakasi memang punya pengaruh kuat di kalangan anak muda yang menontonnya. Sebab, selain adegan berlari, melompat, salto, serta gerakan akrobatik lainnya, cerita Yamakasi menebarkan semangat pemberontakan, kemandirian, serta keberanian. Cocoklah untuk anak muda yang suka tantangan. ”Lompatan antargedung yang berefek maut tapi tampil indah menimbulkan sensasi luar biasa,” ucap Muhamad Fadli, penggila parkour Jakarta. ”Apalagi olahraga itu modalnya cuma sepatu lari asal solnya tebal.”

Parkour dikembangkan oleh David Belle dan Sebastian Faucan dari Prancis pada akhir 1990-an. Olahraga ini berakar dari kegiatan halang rintang dalam dunia militer. David mendapatkan dasar-dasarnya dari sang bapak, Raymond Belle, seorang anggota militer Prancis. Yamakazi—berasal dari bahasa Lingala di Kongo, yang artinya jiwa dan badan manusia dengan daya tahan kuat—adalah nama kelompok parkour David dan Faucan.

Asal kata ”parkour” adalah parcours du combatant, yaitu pelatihan halang rintang militer. Huruf ”c” dalam parcours sengaja diganti menjadi ”k” untuk memperkuat pengucapan. Pelaku parkour disebut traceur, yang berarti cepat, mempercepat.

Kata ”parkour” diartikan sebagai bergerak atau pindah dari satu titik ke titik lain seefisien dan secepat mungkin. Halangan yang menghadang harus dilewati dengan kemampuan bergerak sesuai dengan karakter tubuh tiap-tiap pelaku. Jadi tidak ada gaya standar dalam berlari, melompat, vaulting (melompat dengan menggunakan tangan sebagai tumpuan), memanjat, dan yang lainnya. ”Yang penting harus latihan rutin, enggak bisa hanya modal nyali dan nekat,” kata Fadli. ”Mereka harus menemukan cara sendiri supaya enggak canggung,” ujar wartawan sebuah majalah audio ini.

Traceur yang cedera memang bukan cerita langka. Di beberapa negara maju, seperti Prancis dan Inggris, pemerintahnya tetap melarang aktivitas petualang parkour memanjat gedung pencakar langit. Ya, selain berbahaya bagi pelaku, mengganggu ketertiban umum.

Related Post



Komentar :

ada 0 komentar ke “YAMAKASI or PARKOUR Jumpaliatan kang !!!”

Posting Komentar

trafic blog

Tutorial Blog

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by InFoGauL